Jumat, 23 Maret 2012

Kandungan Gizi dan Khasiat Biji Ketumbar (Coriandrum sativum L.)

Biji ketumbar mengandung berbagai macam mineral. Mineral utama yang terkandung pada biji ketumbar adalah kalsium, phospor, magnesium, dan besi. Kalsium selain berperan sebagai mineral tulang, juga berperan menjaga tekanan darah agar tetap normal. Mineral phospor berperan dalam pembentukan dan pertumbuhan tulang. Selain itu, phospor juga berperan dalam menjaga keseimbangan asam dan basa tubuh. Magnesium merupakan mineral yang berperan dalam metabolisme kalsium dan potasium, serta membantu kerja enzim dalam metabolisme energi. Potasium membantu keseimbangan cairan elektrolit dalam tubuh. Besi merupakan mineral yang dibutuhkan dalam pembentukan sel darah merah, hemoglobin, dan mioglobin otot (Fauci et al., 2008; Astawan, 2009).
Biji ketumbar juga banyak mengandung vitamin. Vitamin yang terkandung dalam biji ketumbar adalah vitamin C yang dapat berberan sebagai antioksidan. Antioksidan berperan dalam mencegah dan mengurangi bahaya yang ditimbulkan radikal bebas. Radikal bebas adalah suatu senyawa yang dapat mengganggu metabolisme tubuh yang berbahaya bagi kesehatan (Wangensteen et al., 2004). Niasin adalah salah satu jenis vitamin B yang berperan penting dalam proses metabolisme tubuh, terutama metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak menjadi bentuk energi yang dapat digunakan oleh tubuh. Kandungan vitamin dan mineral yang dimiliki biji ketumbar ini sangat berkhasiat sebagai stimulan atau membantu meningkatkan kesegaran tubuh (Astawan, 2009). Komposisi nilai nutrisi biji ketumbar disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Komposisi Nutrien Per 100 Gram Biji Ketumbar
Komposisi
Jumlah
Satuan
Energi
298
Kkal
Protein
12,37
g
Lemak
17,77
g
Serat
41,9
g
Kalsium
709
mg
Phospor
409
mg
Magnesium
330
mg
Sodium
35
mg
Potasium
1267
mg
Besi
16,32
mg
Niasin (B3)
2,13
mg
Riboflavin (B2)
0,29
mg
Asam folat (B9)
1
mcg
Vitamin C
21
mg
Minyak Atsiri
1
g
 Sumber: USDA (2009)
Kadar minyak esensial yang terkandung pada biji ketumbar sebanyak 0,5-1% mampu menjadi antimikroba atau antibakteri, sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan penyakit (Isao et al., 2004). Minyak esensial (atsiri) yang dikandungnya berkhasiat sebagai stimulan, penguat organ pencernaan, merangsang enzim pencernaan, dan peningkatan fungsi hati, sehingga dapat meningkatkan nafsu makan (Hernandez et al., 2004). Chithra dan Leelamma (1997) memaparkan, bahwa penambahan biji ketumbar pada makanan dapat menurunkan produk peroksida lipid dan kolesterol darah. Komponen aktif pada ketumbar adalah linalool yang berjumlah sekitar 60-70% total minyak esensial dengan komponen pendukung yang lainnya adalah geraniol (1,6-2,6%), geranil asetat (2-3%), kamfor (2-4%), dan mengandung senyawa golongan hidrokarbon berjumlah sekitar 20% (a-pinen, b-pinen, dipenten, p-simen, a-terpinen, g-terpinen, terpinolen dan fellandren) (Lawrence dan Reynolds, 1988; Guenther, 1990). Komponen-komponen tersebutlah yang menyebabkan biji ketumbar memiliki reputasi sebagai bumbu atau rempah biji tanaman yang bernilai medis (Chithra dan Leelamma, 1997; Isao et al., 2004; Hadipoentyani dan Wahyuni, 2004; Astawan, 2009).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar